Kemenag Anambas Gelar Dialog Kerukunan dan Harmoni Umat Beragama, Perkuat Komitmen Bersama Merawat Keberagaman
Kemenag Anambas (Humas)- Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Anambas melaksanakan kegiatan Dialog Kerukunan dan Harmoni Umat Beragama, Kamis (5/11/2026), bertempat di Aula Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Kepulauan Anambas.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Anambas, H. Muhammad Nasir, serta melibatkan berbagai unsur pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan Islam, organisasi keagamaan, pengurus masjid, dan penyuluh agama Islam.Turut hadir dalam forum dialog tersebut Kabag Kesra Sekretariat Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas, Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Anambas, Kasi Bimas Islam, Kepala KUA Kecamatan Siantan dan Kecamatan Siantan Selatan, Ketua MUI Anambas, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), PCNU, Bakesbangpol, Ketua Wanita Islam Anambas, perwakilan Muhammadiyah, Sekretaris Camat Siantan, Lurah Tarempa, GP Ansor, Persatuan Mubaligh Anambas, Dewan Dakwah Anambas, Pemuda Masjid, perwakilan pondok pesantren, mahasiswi STAI Paduka Anambas, pengurus masjid, serta tokoh masyarakat.Dialog Kerukunan dan Harmoni Umat Beragama ini diselenggarakan sebagai upaya menjaga stabilitas sosial dan merawat keberagaman di Indonesia, khususnya di wilayah Kabupaten Kepulauan Anambas. Kegiatan ini menjadi instrumen strategis untuk memitigasi potensi konflik berbasis agama sekaligus memperkuat integrasi nasional melalui pendekatan dialogis, komunikasi, dan kerja sama lintas elemen masyarakat.Dalam arahannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Anambas, H. Muhammad Nasir, menekankan pentingnya membangun komitmen bersama dalam menjaga kerukunan dan keharmonisan umat beragama. Menurutnya, menjaga kerukunan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.Melalui keterlibatan tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi keagamaan, dan unsur pemerintah daerah, diharapkan terbangun komunikasi yang baik serta kesepahaman dalam menyikapi berbagai persoalan sosial keagamaan yang berkembang di tengah masyarakat.Dialog ini juga diarahkan untuk memperkuat empat sasaran utama program kerukunan umat beragama.Pertama, Pencegahan Konflik. Mengidentifikasi potensi gesekan dan kesalahpahaman dalam kehidupan beragama sejak dini melalui komunikasi intensif antara tokoh agama dan masyarakat, sehingga berbagai persoalan dapat diantisipasi sebelum berkembang menjadi konflik.Kedua, Penguatan Moderasi Beragama. Mengarusutamakan nilai-nilai moderasi beragama, toleransi, dan sikap saling menghargai untuk menangkal paham ekstremisme yang dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa.Ketiga, Penyelesaian Masalah Sosial Keagamaan. Menjadikan forum dialog sebagai ruang komunikasi dan mediasi untuk mencari solusi terhadap berbagai permasalahan sosial keagamaan yang muncul di tingkat masyarakat melalui musyawarah, pendekatan kekeluargaan, dan penyelesaian secara damai.Keempat, Peningkatan Literasi Kerukunan. Memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya hidup berdampingan secara damai di tengah perbedaan keyakinan, dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan dan prinsip Bhinneka Tunggal Ika.Kehadiran berbagai unsur dalam forum ini mencerminkan pentingnya kolaborasi dan sinergi lintas lembaga dalam merawat kerukunan. Perbedaan pandangan dan latar belakang hendaknya menjadi kekuatan untuk saling melengkapi, bukan menjadi alasan untuk terjadinya perpecahan.Kegiatan dialog diakhiri dengan penandatanganan perjanjian atau kesepakatan bersama dalam membangun kerukunan dan harmoni umat beragama. Penandatanganan ini menjadi bentuk komitmen dan kesungguhan seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga persatuan, memperkuat toleransi, serta menciptakan kehidupan masyarakat yang aman dan harmonis di Kabupaten Kepulauan Anambas.Pada kesempatan yang sama, juga dilaksanakan penyerahan buku berjudul "Harmoni dalam Keragaman" , karya Dr.H.Muhammad Nasir,S.Ag.,M.H. sebagai bagian dari penguatan literasi dan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kerukunan di tengah masyarakat yang majemuk.Melalui kegiatan ini, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Anambas berharap terbangun komitmen yang berkelanjutan antara pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi keagamaan, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga serta merawat kerukunan umat beragama. Dengan semangat kebersamaan, toleransi, dan persaudaraan, Kabupaten Kepulauan Anambas diharapkan terus menjadi daerah yang menjunjung tinggi nilai-nilai keberagaman, hidup dalam suasana damai, serta memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa.